4 Cara Jitu Agar Hidup Lebih Baik

Di dunia yang serba cepat ini, terutama bagi kita milenial dan genz, hidup terasa seperti treadmill yang tidak pernah berhenti, terasa capek, namun hasilnya tidak terlihat. Kita adalah generasi hustle culture, di mana validasi sering kali datang dari produktivitas. Notifikasi smartphone yang tak ada habisnya, deadline pekerjaan yang menumpuk, dan terus dituntut untuk sukses, kita jadi sering lupa caranya istirahat.

Kita semua tahu istilah self-care. Kita mungkin sudah mencobanya. Mulai dari sheet mask di akhir pekan, healing ke kafe aesthetic, atau binge-watching series favorit. Tapi, pernahkah kamu merasa, setelah semua itu, rasa lelah dan cemas itu tetap kembali? Seolah-olah self-care yang kita lakukan hanya menempel di permukaan, tidak benar-benar menyentuh akar masalahnya.

Masalahnya adalah, kita sering merawat pikiran kita dengan motivasi dan penampilan kita dengan skincare, tapi kita melupakan tubuh kita. Kita hidup di dalam kepala kita, mengabaikan sinyal-sinyal halus yang dikirimkan oleh tubuh.

Inilah saatnya kita meningkatkan kemampuan kita Ini bukan lagi soal self-care biasa. Ini soal Embodied Self-Care. Cara baru yang mengajak kita untuk fokus lagi pada tubuh kita. Ini adalah dasar yang paling penting untuk pengembangan diri yang otentik dan kunci untuk meraih perkembangan terbaik yang berkelanjutan. Jika kamu merasa kehabisan energi burnout dan ingin berkembang seutuhnya, artikel ini cocok untuk kamu. Penasaran apa saja yang akan di bahas? Baca artikel ini sampai akhir!

Jebakan “Self-Care” Modern dan Putusnya Koneksi

Kita hidup di zaman yang serba cepat, informasi tentang kesehatan mental ada di mana-mana, tapi level stres dan kecemasan justru malah meningkat. Terutama buat Gen Z dan Milenial. Kita tahu harus istirahat, tapi bingung bagaimana caranya.

Self-care yang sering kita lihat di media sosial, meskipun niatnya baik, sering kali terjebak menjadi satu lagi “tugas” dalam to-do-list kita. “Oke, jam 7 malam jadwal saya untuk journaling,” atau “Saya harus meditasi 10 menit.” Aktivitas ini dilakukan oleh pikiran kita, sebagai kewajiban, bukan sebagai respons atas kebutuhan tubuh kita.

Kita menjadi sangat terputus dari tubuh kita sendiri, menahan napas saat membaca email yang menegangkan, mengabaikan bahu yang kaku selama 8 jam di depan laptop, lupa minum air karena terlalu fokus bekerja, dan Kita bilang “tidak apa-apa” padahal rahang kita mengatup keras menahan emosi.

Inilah yang disebut putusnya koneksi tubuh-pikiran. Kita memperlakukan tubuh kita seperti sopir ojek online yang kita paksa bekerja 24/7 tanpa mendengarkan keluhannya. Hasilnya? Tentu saja, burnout. Kita mungkin merasa sukses secara karier, tapi kita merasa kosong secara emosional dan lelah secara fisik. Mencoba mengatasi burnout menjadi siklus bulanan. Ini jelas bukan jalur menuju pertumbuhan optimal yang kita inginkan.

Apa Sebenarnya “Embodied Self-Care” Itu?

Embodied Self-Care adalah mengubah cara berpikir kita secara menyeluruh. Ini adalah praktik merawat diri yang berakar pada kesadaran dan pengalaman tubuh. Ini bukan tentang apa yang kamu lakukan, tetapi bagaimana perasaan kamu saat melakukannya.

Secara sederhana, Embodied Self-Care adalah seni mendengarkan dan menanggapi kebijaksanaan tubuh kamu secara real-time.

Alih-alih pikiran kamu memberi tahu tubuh apa yang harus dilakukan, seperti “Kamu harus olahraga!”, tubuh kamu memberi tahu pikiran apa yang dibutuhkannya “Aku merasa kaku dan butuh peregangan lembut”. Ini adalah dialog dua arah. Ini adalah praktik untuk “hadir” sepenuhnya di dalam tubuh kamu, merasakan sensasi yang muncul tanpa menghakiminya.

Praktik ini sangat erat kaitannya dengan Mindfulness. Bedanya, jika Mindfulness sering diajarkan sebagai pengamatan pikiran, Embodied Self-Care secara spesifik mengarahkan Mindfulness itu ke dalam sensasi fisik.

Dalam dunia psikologi, konsep ini divalidasi dengan kuat. Salah satu pakar trauma terkemuka, Bessel van der Kolk, menulis dalam bukunya yang mengubah banyak pandangan orang, bahwa tubuh kita menyimpan jejak pengalaman kita.

Seperti yang dijelaskan oleh Bessel van der Kolk dalam karyanya, “The Body Keeps the Score: Brain, Mind, and Body in the Healing of Trauma:2015”, di halaman 184 buku ini menyebutkan “Trauma dan stres yang luar biasa tidak hanya tersimpan sebagai cerita di pikiran kita, tetapi juga sebagai sensasi dan ketegangan yang terpatri di dalam tubuh kita.”

Ini berarti, untuk benar-benar pulih dari stres dan mencapai pengembangan diri yang sejati, kita tidak bisa hanya bicara atau berpikir. Kita harus melibatkan tubuh kita dalam proses penyembuhan. Embodied Self-Care adalah jembatan untuk melakukan hal tersebut.

Cara Embodied Self-Care untuk Pertumbuhan Dirimu

Jadi, bagaimana cara memulainya? Embodied Self-Care bukanlah program yang kaku, melainkan serangkaian praktik yang bisa kamu integrasikan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah empat cara jitunya:

1. Gerakan Sadar

Lupakan niat olahraga hanya untuk kurus (bakar kalori). Ayo bergerak supaya kamu merasa lebih sehat dan berenergi!. Tanyakan pada diri sendiri, “Tubuhku ingin bergerak seperti apa hari ini?”

Mungkin jawabannya bukan lari 5 km, tapi peregangan lembut selama 10 menit. Mungkin jawabannya adalah menari di kamar mengikuti lagu favorit Anda. Atau bisa juga yoga, tai chi, atau sekadar berjalan kaki sambil benar-benar merasakan telapak kaki menyentuh tanah. Gerakan sadar adalah tentang membangun kembali persahabatan dengan tubuh Anda, bukan menghukumnya. Praktik ini adalah inti dari apa yang sering disebut somatic healing.

2. Gunakan Napas untuk Menenangkan Diri

Napas adalah remote control untuk sistem saraf kita. Saat kita stres, napas kita menjadi pendek dan cepat. Saat kita rileks, napas kita panjang dan dalam. Kita bisa meng-hack kesehatan mental kita hanya dengan mengubah pola napas.

Embodied Self-Care berarti kamu secara sadar menggunakan napas. Saat merasa cemas sebelum presentasi, ambil tiga tarikan napas dalam, di mana embusan napas lebih panjang dari tarikan napas. Ini adalah sinyal instan ke otak Anda bahwa “semua aman”. Ini adalah alat mengurangi stres paling portabel yang Anda miliki.

3. Interoception

Interoception adalah indra keenam kamu, iya dia adalah kemampuan untuk merasakan sinyal dari dalam tubuh kamu. Kapan terakhir kali kamu benar-benar merasakan lapar, alih-alih makan karena “sudah jam makan siang”? Kapan kamu minum karena merasa haus, bukan karena botol minum ada di depan kamu?

Praktik ini terdengar sepele, tetapi ini adalah fondasi. Gen Z dan Milenial sering mengabaikan sinyal dasar ini. Kita menahan buang air kecil karena “nanggung” menyelesaikan pekerjaan. Kita mengabaikan rasa lelah dan minum kopi lagi. Embodied Self-Care adalah tentang menghormati sinyal-sinyal ini. Menghormati kebutuhan dasar tubuh adalah langkah pertama membangun self-trust dan self-awareness.

4. Regulasi Emosi Somatik

Emosi bukanlah sesuatu yang abstrak di pikiran. Emosi adalah sensasi fisik.

Coba perhatikan:

  • Saat kamu cemas, di mana kamu merasakannya? (Mungkin di dada yang sesak atau perut yang mulas).
  • Saat kamu marah, di mana kamu merasakannya? (Mungkin di rahang yang mengeras atau tangan yang mengepal).
  • Saat kamu bahagia, di mana kamu merasakannya? (Mungkin di dada yang terasa ringan dan hangat).

Embodied Self-Care mengajarkan kita untuk tidak lari dari sensasi ini. Alih-alih menekan amarah, kita belajar merasakan panas di tangan kita, bernapas ke dalamnya, dan membiarkannya lewat tanpa harus meledakkannya. Ini adalah regulasi emosi tingkat lanjut. Ini adalah cara memproses perasaan secara tuntas, yang sangat penting untuk menjaga kesehatan mental jangka panjang.

Mengapa Ini Kunci Menuju Pertumbuhan Optimal?

Saat konsisten berlatih Embodied Self-Care, sesuatu yang ajaib akan terjadi. Kamu tidak lagi hidup “melawan” tubuhmu, tapi hidup “bersama” tubuhmu.

Pertumbuhan optimal sejati, baik dalam karier, hubungan, maupun kehidupan pribadi, membutuhkan fondasi yang kokoh. Fondasi itu adalah kesejahteraan holistik. Kamu tidak bisa mencapai potensi penuh kamu jika kamu terus-menerus berada di ambang burnout.

Dengan praktik ini, kamu akan mendapatkan:

  1. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik: Kamu akan lebih terhubung dengan “firasat” atau gut feeling kamu. Keputusan akan menjadi lebih otentik karena selaras antara pikiran dan tubuh.
  2. Ketahanan Stres (Resilience): Kamu tidak akan mudah panik. Karena kamu memiliki alat (napas dan kesadaran tubuh) untuk menenangkan diri dengan cepat, sehingga bisa mengurangi stres dengan efektif.
  3. Energi yang Berkelanjutan: Daripada memakai siklus hustle-crash-burnout-healing, lebih baik belajar mengelola energi. Kamu jadi tahu kapan harus tancap gas dan kapan harus istirahat sebelum tangki kosong.
  4. Self-Awareness yang Mendalam: Kamu akan benar-benar mengenali dirimu. Ini adalah inti dari pengembangan diri.

Seperti yang ditekankan oleh Jon Kabat-Zinn, pelopor Mindfulness di dunia Barat, koneksi ini adalah esensial untuk hidup utuh.

Dalam buku klasiknya, “Full Catastrophe Living (Revised Edition): Using the Wisdom of Your Body and Mind to Face Stress, Pain, and Illness, Kabat-Zinn: 2013” menyatakan bahwa Mindfulness adalah tentang “memperhatikan dengan cara tertentu dengan sengaja, pada saat ini, dan tanpa menghakimi.” Dengan mengarahkan perhatian ini ke tubuh, kita “mengklaim kembali keutuhan kita” dan menemukan kapasitas bawaan kita untuk penyembuhan dan pertumbuhan. (Kabat-Zinn, 2013, hlm. xxxv).

Inilah pertumbuhan optimal yang sesungguhnya. Bukan pertumbuhan yang dipaksakan, melainkan pertumbuhan yang mekar secara alami dari dalam diri yang terawat.

Akselerasi Transformasimu bersama Talenta Mastery Academy

Membaca artikel ini adalah langkah awal yang luar biasa. Namun, jujur saja, memulai perjalanan Embodied Self-Care sendirian bisa terasa membingungkan. Bagaimana cara membedakan antara intuisi dan kecemasan? Bagaimana teknik napas yang benar?

Di sinilah Talenta Mastery Academy hadir untuk kamu.

Talenta Mastery Academy mengerti tekanan unik yang dihadapi oleh profesional muda, Gen Z, dan Milenial saat ini. kita tahu milenial dan genz sangar ambisius dan menginginkan pertumbuhan optimal, tapi Talenta Mastery Academy juga tahu kamu sering merasa lelah dengan hustle culture yang toksik.

Talenta Mastery Academy tidak hanya menawarkan pelatihan pengembangan diri yang fokus pada hard skill atau motivasi di permukaan, tapi juga memandu Anda kembali ke akarnya yaitu ke tubuhmu. Bayangkan program Talenta Mastery Academy dirancang khusus untuk mengintegrasikan Embodied Self-Care ke dalam hidup kamu yang sibuk.

Bayangkan dan rasakan dengan bergabung di pelatihan Talenta Mastery Academy, kamu akan dapat:

  • Teknik Praktis yang Relevan: Kamu akan belajar teknik Embodied Self-Care dan Mindfulness yang proven secara ilmiah, yang dirancang untuk diaplikasikan langsung di tengah deadline dan rapat, bukan hanya di atas matras yoga.
  • Menguasai Regulasi Emosi: Talenta Mastery Academy akan memandu kamu mempraktikkan somatic healing untuk regulasi emosi. Kamu akan belajar cara mengurangi stres dan kecemasan secara mandiri, kapan pun kamu membutuhkannya.
  • Membangun Koneksi Tubuh-Pikiran yang Kuat: Pelatihan Talenta Mastery Academy akan mempertajam interoception kamu. Kamu akan belajar mempercayai sinyal tubuhmu untuk membuat keputusan yang lebih baik dan menjaga kesehatan mental kamu.
  • Pertumbuhan yang Sustainable: Lupakan mengatasi burnout berulang kali. Talenta Mastery Academy membantu kamu membangun fondasi kesejahteraan holistik sehingga pertumbuhan optimal kamu bisa berjalan konsisten dan tahan lama.
  • Komunitas yang Mendukung: bayangkan kamu akan bergabung dengan komunitas individu se-frekuensi yang juga berkomitmen untuk tumbuh secara otentik.

Saatnya berinvestasi pada dirimu. Kembangkan embodied self-care untuk pertumbuhan optimal. Kunjungi [Situs Web Talenta Mastery Academy] dan temukan program yang tepat untuk memulai perjalanan Embodied Self-Care Anda hari ini!

Kesimpulan

Perjalanan pengembangan diri kamu tidak harus terasa seperti perang melawan diri sendiri. Pertumbuhan optimal yang kamu cari tidak terletak di luar sana, melainkan di dalam kebijaksanaan tubuh kamu yang selama ini mungkin kamu abaikan.

Embodied Self-Care adalah undangan untuk “pulang”. Ini adalah cara merawat diri yang paling radikal, positif, dan transformatif. Dengan membangun koneksi tubuh-pikiran yang kuat, mempraktikkan Mindfulness pada sensasi fisik, dan menghormati sinyal tubuh, kamu tidak hanya akan menjaga kesehatan mental, kamu akan membuka potensi penuh untuk tumbuh seutuhnya.

Hubungi Kami : +62 821-2859-4904

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *